17 Oktober 2009
Getaran tersebut terasa sekali, merambat lembut naik ke ujung saraf..
Menyadarkan pikiran yg sempat melayang barang beberapa menit..
It’s my cellphone..
I keep it close to my hand so i could know if there is a message came by..
Yes.. this afternoon mysunshine will came from bogor
She had several event to attend there
It’s definitely a busy day for her, remembering the distance that she had to traveled from lampung-bogor-jakarta
And I have to welcome her in Gambir
Just To said goodbye to her..
Dan ketika itulah.. telinga ini terusik oleh suara yg mengalun pelan namun jelas..
Iseng ak tolehkan kepala ke Layar LCD yg terpampang di terminal kedatangan..
“kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku”
Nada itu seperti hipnotis..
Mengingatkan ku akan kenangan pertama kali bertemu.
Ditempat ini.. ya ditempat ini..
Persis sama kejadiannya.. waktu itu ak jg dr tempat Oni..
Entah apa yg kupikirkan waktu itu..
Nekat datang utk cmn sekedar ketemu
Lalu engkau pun hadir dengan senyumanmu
Dan saat itu pun ak tahu untuk siapa hatiku ku tambatkan
You had me at hello..
Dan kembali alunan lagu itu mengingatkan segalanya ttg awal pertemuan kita
Seperti refrain.. yg akan terus menerus berulang tanpa merasa jenuh
” lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku”
Song by Sherina Munaf – Cinta Pertama Dan Terakhir